Notes On The Distribution Of Invasive Freshwater Snail Pomacea Canaliculata (Lamarck, 1822) And P. Insularum (D’orbigny, 1835) In Indonesia

No Image
Pomacea canaliculata

The freshwater snails and have been reported as important invasive species causing damage to crops and predominantly wetland rice in Asia. These snails are known as “Golden Apple Snail” (GAS), an introduced species from Argentina. or known as “keong mas, keongmurbei” was introduced in Indonesia around 1983, and after more than 20 years, it now can be found very abundant at various habitats such as marshes, ponds, irrigations, lakes and rice fields in almost all places in Indonesia.

Read More »Notes On The Distribution Of Invasive Freshwater Snail Pomacea Canaliculata (Lamarck, 1822) And P. Insularum (D’orbigny, 1835) In Indonesia

Keong Air Tawar Pulau Jawa (Moluska, Gastropoda)

No Image
Jenis-jenis Sulcospira dari Jawa
Pendahuluan
Keong (Gastropoda) air tawar di pulau Jawa tercatat ada 62 jenis, menyebar dari Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur (van Benthem Jutting, 1956). Namun hasil pemantauan dan ekspedisi yang dilakukan 20 tahun terakhir, saat ini tercatat ada 66 jenis, bertambah empat jenis yakni Pomacea canaliculata, Physastra stagnalis, P. sumatrana yang masuk ke Indonesia sekitar tahun 1980 an dan ditemukannya Sulcospira yang diduga jenis baru. Beberapa jenis keong menyebar luas di beberapa pulau lainnya, namun beberapa jenis lainnya terbatas hanya di Pulau Jawa atau endemik Jawa, seperti jenis-jenis Sulcospira sulcospira (Mousson, 1849) dan S. pisum (Brot, 1868). Read More »Keong Air Tawar Pulau Jawa (Moluska, Gastropoda)

MTF-MZI

Download Leaflet   SEMINAR NASIONAL Taksonomi Fauna ke III & Kongres Masyarakat Zoologi Indonesia ke I Masyarakat Taksonomi Fauna Indonesia (MTFI) bekerja sama dengan Masyarakat… Read More »MTF-MZI

HASIL : Seminar Nasional PBI XXI

Seminar dibuka oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik yaitu Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., dilanjutkan dengan sesi pleno Pembicara Utama terdiri dari 5 pembicara yaitu Prof. Dr. Rochadi Abdulhadi (Ketua Umum PBI) dengan topik “Peran masyarakat llmiah dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati”; Prof. Dr. Djoko T. Iskandar (ITB) “The impact of human disturbance on the amphibian diversity in Borneo”; Abu Hassan Ahmad, PhD (School of  Biological Sciences, Universiti Sains Malaysia, Penang, Malaysia) :”Biodiversity of insects in oil palm plantation : Sustainable pest management”; Prof. Dr. Abubakar Karim (Universitas Syiah Kuala) : “Keanekaragaman hayati di dalam rencana tata ruang wilayah propinsi : Studi kasus Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah”; dan Ir. Antung D. Radiansyah, MP. (Asdep. Kehati dan Pengendalian Kerusakan Lahan, KLH) : “Kebijakan Nasional/Pemerintah dalam penyelamatan biodiversitas di Indonesia”.

Read More »HASIL : Seminar Nasional PBI XXI